Senin, 13 Mei 2013

Proposal Penulisan Ilmiah ( Pendahuluan )




                                                                                                       

1.1  Latar Belakang
Pada era perekonomian yang semakin kompetitif untuk mencapai tujuan suatu perusahaan maka harus dapat mengambil keputusan yang tepat dan kegiatan yang harus mengarah pada pencapaian dari suatu tujuan tersebut. Oleh karena itu, suatu perusahaan harus dapat melakukan analisis situasi, sehingga dapat ditentukan apakah suatu perusahaan itu unggul, dapat bertahan atau bahkan hancur seiring dengan berjalannya waktu.
Kamera berawal dari sebuah alat serupa yang dikenal dengan Kamera Obscura yang merupakan kotak kamera yang belum dilengkapi dengan film untuk menangkap gambar atau bayangan. Pada abad ke 16 Girolamo Cardano melengkapi kamera obscura dengan lensa pada bagian depan kamera obscura tersebut. Meski demikian, bayangan yang dihasilkan ternyata tidak tahan lama, sehingga pemenuan Girolamo belum dianggap sebagai dunia fotografi. Pada tahun 1727 Johann Scultze dalam penelitiannya menemukan bahwa garam perak sangat peka terhada cahaya namun beliau belum menemukan konsep bagaimana langkah untuk meneruskan gagasannya.

  Pada tahun 1826Joseph Nicepore Niepce mempublikasikan gambar dari bayangan yang dihasilkan kameranya, yang berupa gambaran kabur atap-atap rumah pada sebuah lempengan campuran timah yang dipekakan yang kemudian dikenal sebagai foto pertama. Kemudian, pada tahun 1839Louis Daguerre mempublikasikan temuannya berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah jalan di Paris pada sebuah pelat tembaga berlapis perak. Daguerre yang mengadakan kongsi pada tahun 1829 dengan Niepce meneruskan program pengembangan kamera, meski Niepce meninggal dunia pada 1833, mengembangkan kamera yang dikenal sebagai kamera daguerreotype yang dianggap praktis dalam dunia fotografi, dimana sebagai imbalan atas temuannya, Pemerintah Perancismemberikan hadiah uang pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga Niepce. Kamera daguerreotype kemudian berkembang menjadi kamera yang dikembangkan sekarang.
Seperti yang telah dialami oleh produsen-produsen kamera digital yang ada di Indonesia. Dalam memenuhi kebutuhan konsumen banyak produsen kamera digital yang berlomba-lomba meningkatkan teknologi. Kamera digital yang minim fitur atau menu akan ditinggalkan oleh konsumen. Telah disadari bahwa persepsi konsumen adalah salah satu factor yang menentukan didalam proses pengambilan proses pengambilan keputusan, apakah suatu produk kamera digital layak untuk dibeli atau tidak. Tentunya masing-masing konsumen memiliki persepsi yang bermacam-macam. Tetapi pada dasarnya konsumen adalah orang yang tidak mau dirugikan. Konsumen menginginkan segala jenis barang yang berkualitas baik, harga yang terjangkau, fitur yang lengkap, kecanggihan teknologi yang mengikuti jaman, dan sebagainya.
   Untuk itu perlu dilakukan survey pasar bagi produk kamera digital disuatu wilayah tertentu untuk mengetahui posisinya. Dimana melalui survey tersebut akan dapat diketahui apa yang diinginkan dan diharapkan konsumen, sehingga dapat menjadi masukan bagi produsen kamera digital yang berada di wilayah tersebut untuk memperbaiki dan melakukan inovasi terhadap produk-produk yang dihasilkan.
Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti tertarik memilih judul “ ANALISIS STRATEGI PEMASRAN MERK KAMERA DSLR CANON BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN  








1.2. Rumusan Masalah Dan Batasan Masalah
1.2.1 Rumusan Masalah
   Permasalahan yang akan dibahas oleh peneliti dalam penulisan ilmiah ini adalah :
1.      Bagaimana strategi pemasaran yang efektif untuk kamera digital canon terhadap persepsi konsumen?
2.      Bagaimana persepsi konsumen terhadap kamera digital dalam produsen kamera?

1.2.2 Batasan Masalah
Agar permaslahan yang dibahas tidak terlalu melebar oleh karena itu sesuai dengan tujuan penelitian diatas maka permaslahan dibatasi sebagai berikut.
1.      Objek penelitian adalah kamera digital dengan merk Canon.
2.      Kamera digital yang diteliti adalah yang bertipe kamera 50D 15 Mega Pixel.
3.      Wilayah penelitian di Komunitas Fotografer Bekasi.
4.      Penelitian dilakukan pada fotografer yang memiliki kamera dan mampu memberikan penilaian tentang perbedaan merk kamera digital satu dengan yang lainnya.
5.      Variable yang diteliti ditentukan berdasarkan persepsi fotografer.

1.3 Tujuan Penelitian
   Tujuan diadakan penelitian ini adalah :
1.      Menentukan strategi pemasaran kamera digital agar dapat bersaing dipasar.
2.      Mengetahui posisi merk produk kamera digital.

1.4 Manfaat Penelitian
            Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagi Produsen Kamera Digital
Memberikan informasi bagi pihak produsen tentang bagaimana persepsi konsumen kamera digital terhadap produknya sehingga menjadikan masukan yang berguna bagi kelangsungan hidup marketingnya dan solusi tentang strategi-strategi yang harus dibuat oleh pihak produsen kamera digital agar dapat menarik minat konsumen.
2.      Bagi Peneliti
Mengaplikasikan teori yang telah dibuat oleh pihak produsen kamera digital agar dapat menarik minat konsumen.
3.      Bagi Universitas
Hasil analisa ini dapat digunakan sebagain perbendaharaan perpustakaan agar berguna bagi mahasiswa dalam menambah ilmu pengetahuan.

1.5 Metode Penelitian
            1.5.1 Objek Penelitian
Objek dari penelitian ini adalah fotografer yang memiliki kamera digital yang bertempat di Bekasi dan sekitarnya.

            1.5.2 Data Variabel
Identifikasi data variable penelitian dilakukan untuk menentukan variable-variabel yang akan diukur dalam penelitian ini, variable bias diartikan sebagai salah satu yang menjadi objek pengamatan. Variable-variabel ini selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan kuisioner yang akan diisi oleh responden.

            1.5.3 Metode Pengumpulan Data
Data Primer
a.       Kuisioner
Membagikan kuisioner kepada 30 responden.
b.      Observasi
Melakukan pengamatan langsung terhadap pemasaran kamera digital, didaerah Bekasi.
Data sekunder
Penulis melakukan studi pustaka dengan membaca beberapa buku sebagai referensi.

            1.5.4 Hipotesis
Hipotesis dalam penulisan ini :
Ha :  Konsumen atau fotografer merasa puas terhadap pemasaran dan produk kamera digital.
Ho :  Konsumen atau fotografer merasa tidak puas terhadap pemasaran dan produk kamera digital.

            1.5.5 Alat Analisis Yang Digunakan
                        Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan metode dan analisis yaitu :
1.      Metode SWOT
Dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan analisis SWOT, untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan.
2.      Metode MDS
Penulis sedikit menambahkan metode untuk menganalisis penulisan ilmiah ini, yaitu dengan metode MDS yang digunakan untuk membantu penempatan posisi terhadap produk dan item.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar