1.1 Latar Belakang
Pada era perekonomian yang semakin
kompetitif untuk mencapai tujuan suatu perusahaan maka harus dapat mengambil
keputusan yang tepat dan kegiatan yang harus mengarah pada pencapaian dari
suatu tujuan tersebut. Oleh karena itu, suatu perusahaan harus dapat melakukan
analisis situasi, sehingga dapat ditentukan apakah suatu perusahaan itu unggul,
dapat bertahan atau bahkan hancur seiring dengan berjalannya waktu.
Kamera berawal dari sebuah alat serupa yang dikenal dengan Kamera Obscura yang merupakan kotak kamera yang belum dilengkapi dengan film untuk
menangkap gambar atau bayangan. Pada abad ke 16 Girolamo Cardano melengkapi kamera obscura dengan lensa pada bagian depan kamera obscura tersebut. Meski
demikian, bayangan yang dihasilkan ternyata tidak tahan lama, sehingga pemenuan
Girolamo belum dianggap sebagai dunia fotografi. Pada tahun 1727 Johann Scultze dalam penelitiannya menemukan bahwa garam perak sangat peka terhada
cahaya namun beliau belum menemukan konsep bagaimana langkah untuk meneruskan
gagasannya.
Pada
tahun 1826, Joseph Nicepore Niepce mempublikasikan gambar dari bayangan yang dihasilkan kameranya, yang
berupa gambaran kabur atap-atap rumah pada sebuah lempengan campuran timah yang
dipekakan yang kemudian dikenal sebagai foto pertama. Kemudian, pada
tahun 1839, Louis
Daguerre mempublikasikan
temuannya berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah jalan di Paris pada sebuah pelat tembaga berlapis perak.
Daguerre yang mengadakan kongsi pada tahun 1829 dengan Niepce meneruskan program pengembangan
kamera, meski Niepce meninggal dunia pada 1833, mengembangkan kamera yang
dikenal sebagai kamera daguerreotype yang dianggap praktis dalam dunia fotografi, dimana sebagai imbalan
atas temuannya, Pemerintah Perancismemberikan hadiah uang pensiun seumur hidup kepada
Daguerre dan keluarga Niepce. Kamera daguerreotype kemudian berkembang menjadi
kamera yang dikembangkan sekarang.
Seperti yang telah dialami oleh
produsen-produsen kamera digital yang ada di Indonesia. Dalam memenuhi
kebutuhan konsumen banyak produsen kamera digital yang berlomba-lomba
meningkatkan teknologi. Kamera digital yang minim fitur atau menu akan
ditinggalkan oleh konsumen. Telah disadari bahwa persepsi konsumen adalah salah
satu factor yang menentukan didalam proses pengambilan proses pengambilan
keputusan, apakah suatu produk kamera digital layak untuk dibeli atau tidak.
Tentunya masing-masing konsumen memiliki persepsi yang bermacam-macam. Tetapi
pada dasarnya konsumen adalah orang yang tidak mau dirugikan. Konsumen
menginginkan segala jenis barang yang berkualitas baik, harga yang terjangkau,
fitur yang lengkap, kecanggihan teknologi yang mengikuti jaman, dan sebagainya.
Untuk
itu perlu dilakukan survey pasar bagi produk kamera digital disuatu wilayah
tertentu untuk mengetahui posisinya. Dimana melalui survey tersebut akan dapat
diketahui apa yang diinginkan dan diharapkan konsumen, sehingga dapat menjadi
masukan bagi produsen kamera digital yang berada di wilayah tersebut untuk
memperbaiki dan melakukan inovasi terhadap produk-produk yang dihasilkan.
Berdasarkan uraian tersebut maka
peneliti tertarik memilih judul “ ANALISIS STRATEGI PEMASRAN MERK KAMERA DSLR
CANON BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN ”
1.2. Rumusan
Masalah Dan Batasan Masalah
1.2.1 Rumusan Masalah
Permasalahan
yang akan dibahas oleh peneliti dalam penulisan ilmiah ini adalah :
1.
Bagaimana strategi
pemasaran yang efektif untuk kamera digital canon terhadap persepsi konsumen?
2.
Bagaimana persepsi
konsumen terhadap kamera digital dalam produsen kamera?
1.2.2
Batasan Masalah
Agar permaslahan yang dibahas tidak terlalu melebar
oleh karena itu sesuai dengan tujuan penelitian diatas maka permaslahan
dibatasi sebagai berikut.
1.
Objek penelitian adalah
kamera digital dengan merk Canon.
2.
Kamera digital yang
diteliti adalah yang bertipe kamera 50D 15 Mega Pixel.
3.
Wilayah penelitian di
Komunitas Fotografer Bekasi.
4.
Penelitian dilakukan
pada fotografer yang memiliki kamera dan mampu memberikan penilaian tentang
perbedaan merk kamera digital satu dengan yang lainnya.
5.
Variable yang diteliti
ditentukan berdasarkan persepsi fotografer.
1.3
Tujuan Penelitian
Tujuan diadakan penelitian ini adalah :
1.
Menentukan strategi
pemasaran kamera digital agar dapat bersaing dipasar.
2.
Mengetahui posisi merk produk
kamera digital.
1.4
Manfaat Penelitian
Manfaat
yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.
Bagi Produsen Kamera
Digital
Memberikan informasi bagi pihak
produsen tentang bagaimana persepsi konsumen kamera digital terhadap produknya
sehingga menjadikan masukan yang berguna bagi kelangsungan hidup marketingnya
dan solusi tentang strategi-strategi yang harus dibuat oleh pihak produsen
kamera digital agar dapat menarik minat konsumen.
2.
Bagi Peneliti
Mengaplikasikan teori yang telah
dibuat oleh pihak produsen kamera digital agar dapat menarik minat konsumen.
3.
Bagi Universitas
Hasil analisa ini dapat digunakan
sebagain perbendaharaan perpustakaan agar berguna bagi mahasiswa dalam menambah
ilmu pengetahuan.
1.5
Metode Penelitian
1.5.1
Objek Penelitian
Objek
dari penelitian ini adalah fotografer yang memiliki kamera digital yang
bertempat di Bekasi dan sekitarnya.
1.5.2
Data Variabel
Identifikasi
data variable penelitian dilakukan untuk menentukan variable-variabel yang akan
diukur dalam penelitian ini, variable bias diartikan sebagai salah satu yang
menjadi objek pengamatan. Variable-variabel ini selanjutnya akan digunakan
sebagai acuan dalam pembuatan kuisioner yang akan diisi oleh responden.
1.5.3
Metode Pengumpulan Data
Data
Primer
a.
Kuisioner
Membagikan kuisioner kepada 30
responden.
b.
Observasi
Melakukan pengamatan langsung
terhadap pemasaran kamera digital, didaerah Bekasi.
Data sekunder
Penulis melakukan studi pustaka
dengan membaca beberapa buku sebagai referensi.
1.5.4
Hipotesis
Hipotesis
dalam penulisan ini :
Ha
: Konsumen atau fotografer merasa puas
terhadap pemasaran dan produk kamera digital.
Ho
: Konsumen atau fotografer merasa tidak
puas terhadap pemasaran dan produk kamera digital.
1.5.5
Alat Analisis Yang Digunakan
Berdasarkan uraian diatas, maka dalam
penulisan ilmiah ini penulis menggunakan metode dan analisis yaitu :
1. Metode
SWOT
Dalam
penulisan ilmiah ini penulis menggunakan analisis SWOT, untuk melihat kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan.
2. Metode
MDS
Penulis
sedikit menambahkan metode untuk menganalisis penulisan ilmiah ini, yaitu
dengan metode MDS yang digunakan untuk membantu penempatan posisi terhadap
produk dan item.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar